Stuffs


  • Web
  • Catatan Kecil
  • Indonesia Raya (Remix)

    Clock

    . . . . . Welcome to My Blog . . . . . Catatan Kecil Blog. . . . . . Welcome to My Blog . . . . .
    Thanks for visiting Catatan Kecil Blog, Enjoy Ur Self :)

    Minggu, 18 Desember 2011

    Budaya lokal terjajah


    Sudah sering kita baca, denger, liat, ngalamin sendiri dimana-mana banyak yang bilang kita sudah dijajah oleh bangsa asing dari jaman dulu kala. Kalau dulu dijajah secara ekonomi, politik sekarang lebih ke budaya, terutama budaya konsumtif. Banyak yang ngeluh anak-anak muda sekarang sering niru orang bule, dari cara berpakaian, tingkah laku, dan sebagainya, sehingga sering dibilang sok kebarat-baratan. Pake celana jeans, cewek ngerokok, s*x bebas, minum alkohol, dugem, dan hal kebarat-baratan lain yang seharusnya tidak patut diterapkan di negara kita ini.

    Tapi apakah ada yang sadar atau tidak, bahwa sekarang tidak hanya barat yang menjajah kita, tetapi juga dunia arab dalam skala yang masih kecil. Kalo yang ini sering saya jumpai dalam ucapan, penggunaan kalimat, happy milad dsbnya. Kadang jadi miris rasana, kemana ucapan selamat pagi, selamat ulang tahun, kulonuwun, sampurasun yang sekarang berganti dengan good morning, happy milad, happy b'day

    Gak akan heran kalo lama2 budaya indonesia ini hilang entah kemana? bahasa indonesia diganti bahasa apa lagi, sekrang kebanyakan alay-alay itu, budaya indonesia lari ke luar negeri seperti yang selama ini terjadi.

    Kita sebagai penerus kemerdekaan negara Indonesia, setidaknya harus meneruskan perjuangan para patriot dengan tetap menjaga kelestarian Budaya Lokal Indonesia.

    Semoga teman2 tetap dapat melestarikan budaya kita, budaya daerah masing2 dan budaya nasional kita, malu rasanya kali besok2 kita belajar budaya negeri sendiri sampai jauh2 ke luar negeri??? (Sora)

    Jumat, 16 Desember 2011

    Tari Saman (Aceh) dipatenkan


    Metrotvnews.com, Denpasar: Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang mengurusi pendidikan, sains dan kebudayaan (UNESCO), secara resmi mengakui dan menetapkan Tari Saman Gayo dari Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam sebagai warisan budaya tak benda dalam sidang di Bali 24 November lalu. Tari Saman diperkirakan sudah berusia 700 tahun dan berkembang terutama di Kabupaten Gayo Luwes, Provinsi NAD.

    Sidang ke 6 Komite Antar-pemerintah untuk perlindungan warisan budaya tak benda atau Intangible UNESCO mengakui dan menetapkan Tari Saman Gayo sebagai warisan budaya dunia tak benda, yang memerlukan perlindungan mendesak dari UNESCO.

    Sebelumnya dokumen-dokumen nominasi terkait budaya Tari Saman telah disusun dengan teliti dan diajukan kepada UNESCO, pada Maret 2010, oleh Mentri Koordinator Kesejahteraan Rakyat, dengan dukungan penuh pemerintah pusat, pemerintah daerah dan masyarakat Provinsi Aceh.

    Menurut penelitian sejarah, Tari Saman diperkirakan telah ada sejak 700 tahun silam, dan berkembang terutama di Kabupaten Gayo Luwes, Provinsi Aceh. Awalnya tarian ini dibawa para ulama, untuk menyampaikan pesan moral kebersamaan, kekompakan, keperkasaan dan kecepatan dalam menyiarkan Islam serta membangun peradaban.

    Tarian Suku Gayo di Aceh, biasa ditampilkan untuk merayakan peristiwa-peristiwa penting dalam adat dan dipentaskan oleh laki-laki. Penetapan Tari Saman dalam daftar warisan budaya dunia, menunjukkan bahwa Aceh memiliki khasanah kebudayaan yang kaya dan terkenal di mancanegara.

    Popular Posts

     
    Design by Sora