Stuffs


  • Web
  • Catatan Kecil
  • Indonesia Raya (Remix)

    Clock

    . . . . . Welcome to My Blog . . . . . Catatan Kecil Blog. . . . . . Welcome to My Blog . . . . .
    Thanks for visiting Catatan Kecil Blog, Enjoy Ur Self :)

    Rabu, 28 Oktober 2015

    Kubu “Iki Suroboyo” Yakin Akan Mengalahkan Jokowi


     SURABAYA – Ketua tim pemenangan pasangan calon walikota Risma-Whisnu bernama Syaifudin yang ditemui di Posko Pemenangan, sangat yakin akan meraih kemenangan telak sebesar 93% mengalahkan Jokowi di kota Solo. (24/10)

    Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menetapkan tanggal 9 Desember 2015 sebagai hari pelaksanaan Pilkada Serentak Terintegrasi. Meskipun penetapan tanggal pemilu sedikit menemui masalah, namun KPU sudah menemukan titik terang sehingga tanggal pelaksanaan pemilu serentak sudah dapat diinformasikan kepada masyarakat. Pemilu kepala daerah serentak ini baru pertama kalinya digelar di Indonesia. Pilkada serentak diadakan di lebih dari 260 daerah dengan total lebih dari 850 pasangan calon dari seluruh penjuru Indonesia. 

    Peraturan pelaksanaan pemilu dan peraturan pemasangan alat peraga kampanye dirombak untuk mensukseskan pemilukada tahun ini. Tak heran jika ditemui banner/spanduk dari kedua pasangan calon walikota Surabaya yang saling berdampingan. Desain dan materi alat peraga kampanye (APK) dibuat dan dibiayai oleh pasangan calon serta tim kampanye masing-masing pasangan, namun untuk pembuatan dan pemasangan APK dibiayai oleh KPU.

    Ketua Panwas Kota Surabaya, Wahyu Hariadi mengatakan berdasarkan PKPU No 7 Tahun 2015 tentang Kampanye, seluruh alat perga kampanye yang meliputi, baliho, spanduk, umbul-umbul dan videotron serta bahan kampanye akan dibuat oleh KPU. (26/09)

    Pemilihan lokasi pemasangan APK juga sepenuhnya diatur oleh pemerintah melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Lingkungan Masyarakat (Bakesbanglinmas) Surabaya, KPU, dan Panwaslu. APK yang tersebar di seluruh penjuru kota Surabaya dirasa kurang sebab aturan main dari KPU hanya membatasi 20 buah spanduk dan 5 baliho untuk satu pasangan per kelurahan. Pantas saja euphoria pemilukada tahun ini dirasa kurang oleh berbagai pihak yang berkepentingan. Meskipun dengan adanya regulasi pemasangan APK ini berdampak mengurangi anggaran kampanye pasangan calon, namun untuk mewujudkan Pemilukada Terintegrasi, kurangnya informasi mengenai pasangan calon berindikasi dapat menaikan tingkat abstain pada pemilu tahun ini.

    Dengan adanya regulasi baru, tim pemenangan Risma-Whisnu berusaha mengerahkan semua sumber daya untuk mempersiapkan pemenangan. Digunakanlah tagline “Iki Suroboyo” dan “Now and Then” sebagai tema desain APK.

    Menggunakan banner berwarna merah, pasangan Risma-Whisnu terang-terangan menggunakan warna itu untuk mengangkat simbol partai pengusung yaitu PDI Perjuangan. Menurut Didik Prasetiyono, tagline “Iki Suroboyo” memiliki filosofi bahwa ditanah ini, Surabaya, seluruh warga menggantungkan harapan dan perjuangan hidupnya kearah yang lebih baik.

    Hal menarik ketika Sekretaris DPC PDI Perjuangan Saifudin Zuhri ditanyai mengenai mengapa 
    memakai slogan “Iki Suroboyo”. Usut punya usut, tagline “Iki Suroboyo” ditujukan untuk meledek calon sebelah yang notabene bukan asli dari Surabaya.

    “Kan calon kami sudah diketahui oleh warga Kota Surabaya dan tidak asing di Kota Surabaya, makannya kita lebih menonjolkan kata “Iki Suroboyo” karena kaitannya ‘calonnya’ (Rasiyo: red) itu bukan orang Surabaya, dia orang provinsi” kata Saifudin secara tersirat.

    Selain itu calon inkumben ini sudah diketaui oleh warga Surabaya, tidak perlu ada foto dan kata neko-neko. “Tentunya dengan banner tanpa gambar dan hanya kata-kata, orang akan bertanya-tanya, siapa sih iki suroboyo ini, oh Bu Risma, maka slogan iki suroboyo akan mudah masuk didalam hati dan pikiran masyarakat.” Imbuh Saifudin sambil tertawa kecil.

    Slogan “Now and Then” memiliki tujuan untuk mengingatkan masyarakat akan kesuksesan Risma-Whisnu dalam memimpin Surabaya dalam 5 tahun terakhir dengan pembangunan berbagai infrastruktur seperti taman, selokan, serta pengelolaan saluran air untuk menghindari banjir diyakini cukup untuk meyakinkan masyarakat Surabaya. Kepercayaan rakyat diyakini akan menjadi modal utama kemenangan Risma-Whisnu di berbagai segmen pemilih.

    Lain daripada yang lain, Kampanye Risma-Whisnu tidak akan menggunakan baliho-spanduk seperti kampanye pada umumnya, lebih out of the box dengan “crowd sourcing” yaitu melibatkan ide-ide terbuka dari publik lewat sosial media maupun gerakan kelompok yang bebas. Selain itu pasangan Risma-Whisnu akan mengisi hari-hari sebelum 5 Desember 2015 dengan blusukan bertemu dengan rakyat. Hal ini dirasa lebih nyata dengan menyampaikan dan mensosialisasikan secara langsung apa yang akan dilakukan pasangan calon nomer 2 pada 5 tahun kedepan.

    Saifudin selaku ketua tim pemenangan yakin masyarakat Surabaya tidak lagi memerlukan event-event seperti konser. “Daripada menggelar acara seperti konser yang tidak jelas penyampaian informasinya, Bu Risma dan Pak Whisnu lebih kita arahkan untuk mendengar apa yang dirasa dan diharapkan oleh masyarakat sehingga akan dirumuskan menjadi kebijakan ketika calon kita melanjutkan kepemimpinan di kota Surabaya” Katanya.

    Kampanye yang diusung partai merah ini memiliki garis besar untuk menyadarkan masyarakat untuk memilih walikota yang tepat yang asli berasal dari Surabaya. Selain itu untuk mengingatkan masyarakat akan kesuksesan Risma-Whisnu dalam memimpin Surabaya dalam 5 tahun terakhir dengan pembangunan berbagai infrastruktur. Upaya kinerja selama 5 tahun dan kesiapan memimpin kembali Surabaya menjadi tujuan pemenangan calon dari partai PDI Perjuangan ini.

    Rabu, 02 Oktober 2013

    CREATE GOOD CHARACTERISTIC WITH PANCASILA PHILOSOPHY

    Awal bulan Oktober ini adalah hari yang kami tunggu-tunggu. Jika banyak orang bilang thanks god it’s Friday bagi kami thanks god it’s Tuesday karena setiap hari selasa kami selalu bertemu dengan sosok yang selalu menginspirasi kami agar menjadi pribadi yang cerdas dan berkarakter mulia yaitu Pak Adib. Materi kali ini akan dibahas oleh kelompok 2A dan 2B. Pak Adib menyuruh suit (jempol, telunjuk, kelingking) untuk menentukan kelompok mana yang akan presentasi, yang menang akan mempresentasikan ppt nya, dan kelompok yang kalah akan menjadi pembandingnya. Saat ketua kelompok suit yaitu Dian dan Aaron , mereka melakukan 2 suit yang sama.... para mahasiswa men-cie chemistry mereka. Setelah suit yang ketiga, Dian yang menjadi pemenangnya, dan kelompok Dianlah yang akan berpresentasi tentang “ideologi”. Dian memimpin opening ceremony, seperti biasanya kami menyanyikan lagu indonesia raya, mengheningkan cipta dan himne airlangga. Di hari selasa ini merupakan hari diperingatinya hari kesaktian pancasila, seharusnya kami menambahkan pembacaan pancasila ke dalam opening ceremony tersebut, tapi yaahh sudahlah.. pancasila sudah melekat di kepribadian kita.
    Setelah opening ceremony, kami tersadar akan sesuatu hal, sesuatu yang tak biasa sekaligus menarik perhatian kami. Hal itu adalah penampilan baju Pak Adib, beliau mengenakan kemeja yang tak biasanya kami lihat, kemeja yang beliau pakai bermotif garis-garis hitam dan berdasar warna putih, dan bercelana cream rapih. Hari itu beliau terlihat segar dengan kombinasi-kombinasi warna dari kemeja dan celananya, membuat para mahasiswa bersemangat pada hari itu. Semangat para mahasiswa dapat terlihat saat kelompok Dian menyudahi presentasinya dan membuka sesi tanya jawab. Hampir semua mahasiswa yang ada di ruang kelas PPKN mengangkat tangannya untuk bertanya. Kejadian langka ini terekam di HP Pak Adib. Secara adil pak adib hanya mempersilahkan 2 anak dari setiap sisi (kanan kiri ). Setelah kelompok 2Adan 2B menjawab pertanyaan secara spontan pak Adib merubah sistemnya menjadi kelompok 2A dan 2B yang bertanya sedangkan kami yang menjawab.
    Faktor lain dari semangat nya para mahasiswa adalah materi yang begitu familiar di pikiran, yaitu ideologi. Ideologi sudah kami pelajari di kelas 7 SMP. Ideologi berasal dari kata idea yang berarti gagasan, dan logos berarti ilmu. Dalam pengertian sehari-hari idea disamakan artinya dengan cita-cita. Menurut Frans Magnis Suseno ideologi sebagai suatu sistem pemikiran dapat dibedakan menjadi ideologi tertutup dan ideologi terbuka. Dimana ciri dari ideologi tertutup adalah merupakan sistem pemikiran tertutup, merupakan cita-cita suatu kelompok orang untuk mengubah dan memperbarui masyarakat. Dan ciri-ciri dari ideologi terbuka adalah suatu pemikiran yang terbuka, nilai-nilai dan cita-citanya tidak dapat dipaksakan dari luar melainkan digali dan diambil dari moral, budaya masyarakat itu sendiri, dasarnya bukan keyakinan ideologis sekelompok orang melainkan hasil musyawarah dari konsensus masyarakat tersebut. Pancasila sebagai ideologi bangsa berfungsi sebagai sarana pemersatu masyarakat. Tujuan dari semua ideologi adalah untuk mensejahterakan bangsa. Ideologi ada empat macam yaitu liberalisme, komunisme, sosialisme, pancasila. Didalamnya dibagi lagi menjadi aspek ideologi politik hukum, ekonomi, agama, pandangan terhadap individu dan masyarakat, dan ciri khas. Pancasila sebagai paradigma bangsa yaitu sebagai paradigma pembangun meliputi politik, ekonomi, hukum, pendidikan, sosial budaya, ilmu pengetahuan, ilmu pengetahuan dan teknologi serta bidang kehidupan beragama.
    Setelah berakhirnya materi dan sesi presentasi dan tanya jawab, seperti minggu lalu pak adib menampilkan video tentang pancasila dengan keunikannya yang menceritakan pancasila dengan tekhnik menggambar membuat kami tidak bisa memalingkan perhatian. Sungguh pak Adib memberikan cara belajar yang menraik perhatian kami para mahasiswa, dan merupakan cara belajar baru yang sesuai dengan karakter anak muda jaman sekarang. Tapi tidak hanya itu pak Adib juga menampilkan video mahasiswa-mahasiswi Universitas Airlangga yang memberikan penjelasan tentang ideologi pancasila, uniknya mahasiswa-mahasiswi tersebut menjelaskan menggunakan bahasa inggris dengan baik dan fasih. Sungguh mengagumkan kami sendiri menjadi termotivasi untuk bisa seperti mereka. Pak Adib secara tidak langsung selalu memberi kami pelajaran yang baru untuk selalu termotivasi agar dapat menjadi mahasiswa yang tidak hanya excellent tetapi juga bermoral.
    Kuliah hari ini pun usai pak Adib memberi kami tugas untuk membuat resume tentang pelajaran hari ini agar kami selalu ingat dan memahami apa yang telah disampaikan pada kuliah hari ini dan seterusnya. Sungguh kami bersyukur mempunyai dosen yang selalu perhatian dan memiliki sistem pelajaran yang berbeda dengan dosen lain sehingga kami selalu merasa nyaman di kelasnya.

    Popular Posts

     
    Design by Sora