Awal bulan Oktober ini adalah hari yang kami tunggu-tunggu. Jika banyak orang bilang thanks god it’s Friday bagi kami thanks god it’s Tuesday karena setiap hari selasa kami selalu bertemu dengan sosok yang selalu menginspirasi kami agar menjadi pribadi yang cerdas dan berkarakter mulia yaitu Pak Adib. Materi kali ini akan dibahas oleh kelompok 2A dan 2B. Pak Adib menyuruh suit (jempol, telunjuk, kelingking) untuk menentukan kelompok mana yang akan presentasi, yang menang akan mempresentasikan ppt nya, dan kelompok yang kalah akan menjadi pembandingnya. Saat ketua kelompok suit yaitu Dian dan Aaron , mereka melakukan 2 suit yang sama.... para mahasiswa men-cie chemistry mereka. Setelah suit yang ketiga, Dian yang menjadi pemenangnya, dan kelompok Dianlah yang akan berpresentasi tentang “ideologi”. Dian memimpin opening ceremony, seperti biasanya kami menyanyikan lagu indonesia raya, mengheningkan cipta dan himne airlangga. Di hari selasa ini merupakan hari diperingatinya hari kesaktian pancasila, seharusnya kami menambahkan pembacaan pancasila ke dalam opening ceremony tersebut, tapi yaahh sudahlah.. pancasila sudah melekat di kepribadian kita.
Setelah opening ceremony, kami tersadar akan sesuatu hal, sesuatu yang tak biasa sekaligus menarik perhatian kami. Hal itu adalah penampilan baju Pak Adib, beliau mengenakan kemeja yang tak biasanya kami lihat, kemeja yang beliau pakai bermotif garis-garis hitam dan berdasar warna putih, dan bercelana cream rapih. Hari itu beliau terlihat segar dengan kombinasi-kombinasi warna dari kemeja dan celananya, membuat para mahasiswa bersemangat pada hari itu. Semangat para mahasiswa dapat terlihat saat kelompok Dian menyudahi presentasinya dan membuka sesi tanya jawab. Hampir semua mahasiswa yang ada di ruang kelas PPKN mengangkat tangannya untuk bertanya. Kejadian langka ini terekam di HP Pak Adib. Secara adil pak adib hanya mempersilahkan 2 anak dari setiap sisi (kanan kiri ). Setelah kelompok 2Adan 2B menjawab pertanyaan secara spontan pak Adib merubah sistemnya menjadi kelompok 2A dan 2B yang bertanya sedangkan kami yang menjawab.
Faktor lain dari semangat nya para mahasiswa adalah materi yang begitu familiar di pikiran, yaitu ideologi. Ideologi sudah kami pelajari di kelas 7 SMP. Ideologi berasal dari kata idea yang berarti gagasan, dan logos berarti ilmu. Dalam pengertian sehari-hari idea disamakan artinya dengan cita-cita. Menurut Frans Magnis Suseno ideologi sebagai suatu sistem pemikiran dapat dibedakan menjadi ideologi tertutup dan ideologi terbuka. Dimana ciri dari ideologi tertutup adalah merupakan sistem pemikiran tertutup, merupakan cita-cita suatu kelompok orang untuk mengubah dan memperbarui masyarakat. Dan ciri-ciri dari ideologi terbuka adalah suatu pemikiran yang terbuka, nilai-nilai dan cita-citanya tidak dapat dipaksakan dari luar melainkan digali dan diambil dari moral, budaya masyarakat itu sendiri, dasarnya bukan keyakinan ideologis sekelompok orang melainkan hasil musyawarah dari konsensus masyarakat tersebut. Pancasila sebagai ideologi bangsa berfungsi sebagai sarana pemersatu masyarakat. Tujuan dari semua ideologi adalah untuk mensejahterakan bangsa. Ideologi ada empat macam yaitu liberalisme, komunisme, sosialisme, pancasila. Didalamnya dibagi lagi menjadi aspek ideologi politik hukum, ekonomi, agama, pandangan terhadap individu dan masyarakat, dan ciri khas. Pancasila sebagai paradigma bangsa yaitu sebagai paradigma pembangun meliputi politik, ekonomi, hukum, pendidikan, sosial budaya, ilmu pengetahuan, ilmu pengetahuan dan teknologi serta bidang kehidupan beragama.
Setelah berakhirnya materi dan sesi presentasi dan tanya jawab, seperti minggu lalu pak adib menampilkan video tentang pancasila dengan keunikannya yang menceritakan pancasila dengan tekhnik menggambar membuat kami tidak bisa memalingkan perhatian. Sungguh pak Adib memberikan cara belajar yang menraik perhatian kami para mahasiswa, dan merupakan cara belajar baru yang sesuai dengan karakter anak muda jaman sekarang. Tapi tidak hanya itu pak Adib juga menampilkan video mahasiswa-mahasiswi Universitas Airlangga yang memberikan penjelasan tentang ideologi pancasila, uniknya mahasiswa-mahasiswi tersebut menjelaskan menggunakan bahasa inggris dengan baik dan fasih. Sungguh mengagumkan kami sendiri menjadi termotivasi untuk bisa seperti mereka. Pak Adib secara tidak langsung selalu memberi kami pelajaran yang baru untuk selalu termotivasi agar dapat menjadi mahasiswa yang tidak hanya excellent tetapi juga bermoral.
Kuliah hari ini pun usai pak Adib memberi kami tugas untuk membuat resume tentang pelajaran hari ini agar kami selalu ingat dan memahami apa yang telah disampaikan pada kuliah hari ini dan seterusnya. Sungguh kami bersyukur mempunyai dosen yang selalu perhatian dan memiliki sistem pelajaran yang berbeda dengan dosen lain sehingga kami selalu merasa nyaman di kelasnya.
Setelah opening ceremony, kami tersadar akan sesuatu hal, sesuatu yang tak biasa sekaligus menarik perhatian kami. Hal itu adalah penampilan baju Pak Adib, beliau mengenakan kemeja yang tak biasanya kami lihat, kemeja yang beliau pakai bermotif garis-garis hitam dan berdasar warna putih, dan bercelana cream rapih. Hari itu beliau terlihat segar dengan kombinasi-kombinasi warna dari kemeja dan celananya, membuat para mahasiswa bersemangat pada hari itu. Semangat para mahasiswa dapat terlihat saat kelompok Dian menyudahi presentasinya dan membuka sesi tanya jawab. Hampir semua mahasiswa yang ada di ruang kelas PPKN mengangkat tangannya untuk bertanya. Kejadian langka ini terekam di HP Pak Adib. Secara adil pak adib hanya mempersilahkan 2 anak dari setiap sisi (kanan kiri ). Setelah kelompok 2Adan 2B menjawab pertanyaan secara spontan pak Adib merubah sistemnya menjadi kelompok 2A dan 2B yang bertanya sedangkan kami yang menjawab.
Faktor lain dari semangat nya para mahasiswa adalah materi yang begitu familiar di pikiran, yaitu ideologi. Ideologi sudah kami pelajari di kelas 7 SMP. Ideologi berasal dari kata idea yang berarti gagasan, dan logos berarti ilmu. Dalam pengertian sehari-hari idea disamakan artinya dengan cita-cita. Menurut Frans Magnis Suseno ideologi sebagai suatu sistem pemikiran dapat dibedakan menjadi ideologi tertutup dan ideologi terbuka. Dimana ciri dari ideologi tertutup adalah merupakan sistem pemikiran tertutup, merupakan cita-cita suatu kelompok orang untuk mengubah dan memperbarui masyarakat. Dan ciri-ciri dari ideologi terbuka adalah suatu pemikiran yang terbuka, nilai-nilai dan cita-citanya tidak dapat dipaksakan dari luar melainkan digali dan diambil dari moral, budaya masyarakat itu sendiri, dasarnya bukan keyakinan ideologis sekelompok orang melainkan hasil musyawarah dari konsensus masyarakat tersebut. Pancasila sebagai ideologi bangsa berfungsi sebagai sarana pemersatu masyarakat. Tujuan dari semua ideologi adalah untuk mensejahterakan bangsa. Ideologi ada empat macam yaitu liberalisme, komunisme, sosialisme, pancasila. Didalamnya dibagi lagi menjadi aspek ideologi politik hukum, ekonomi, agama, pandangan terhadap individu dan masyarakat, dan ciri khas. Pancasila sebagai paradigma bangsa yaitu sebagai paradigma pembangun meliputi politik, ekonomi, hukum, pendidikan, sosial budaya, ilmu pengetahuan, ilmu pengetahuan dan teknologi serta bidang kehidupan beragama.
Setelah berakhirnya materi dan sesi presentasi dan tanya jawab, seperti minggu lalu pak adib menampilkan video tentang pancasila dengan keunikannya yang menceritakan pancasila dengan tekhnik menggambar membuat kami tidak bisa memalingkan perhatian. Sungguh pak Adib memberikan cara belajar yang menraik perhatian kami para mahasiswa, dan merupakan cara belajar baru yang sesuai dengan karakter anak muda jaman sekarang. Tapi tidak hanya itu pak Adib juga menampilkan video mahasiswa-mahasiswi Universitas Airlangga yang memberikan penjelasan tentang ideologi pancasila, uniknya mahasiswa-mahasiswi tersebut menjelaskan menggunakan bahasa inggris dengan baik dan fasih. Sungguh mengagumkan kami sendiri menjadi termotivasi untuk bisa seperti mereka. Pak Adib secara tidak langsung selalu memberi kami pelajaran yang baru untuk selalu termotivasi agar dapat menjadi mahasiswa yang tidak hanya excellent tetapi juga bermoral.
Kuliah hari ini pun usai pak Adib memberi kami tugas untuk membuat resume tentang pelajaran hari ini agar kami selalu ingat dan memahami apa yang telah disampaikan pada kuliah hari ini dan seterusnya. Sungguh kami bersyukur mempunyai dosen yang selalu perhatian dan memiliki sistem pelajaran yang berbeda dengan dosen lain sehingga kami selalu merasa nyaman di kelasnya.




21.13
Sora